Collaboration Model Between Local Government and Community Protection Unit in The Development of Kuta Mandalika Tourism in Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province

Authors

  • Baiq Aprimawati Institut Pemerintahan Dalam Negeri Author
  • Luh Putu Vera Astri Pujayanti Institut Pemerintahan Dalam Negeri Author
  • Muhamad Zaki Taufik Institut Pemerintahan Dalam Negeri Author

DOI:

https://doi.org/10.62872/emsthn18

Keywords:

Collaboration, Local Government, Satlinmas, Mandalika Tourism, Pentahelix

Abstract

This study aims to analyze and formulate a collaboration model between the Regional Government and the Community Protection Unit (Satlinmas) in developing the Kuta Mandalika tourist destination in Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. This study uses the collaborative theoretical framework of Ansell and Gash (2008) which emphasizes face-to-face dialogue, trust-building, and shared commitment, as well as the Pentahelix approach involving five main actors: government, academics, the business world, communities, and the media. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies. The results show that collaboration between the regional government and Satlinmas is still sectoral and has not been optimally integrated within the Pentahelix framework. Several inhibiting factors such as lack of institutional capacity, the absence of specific regulations governing the role of Satlinmas in the tourism sector, and weak cross-sectoral coordination are the main challenges. Therefore, this study recommends strengthening regulatory-based collaborative mechanisms, training the capacity of Satlinmas in tourism services, and establishing a cross-actor communication forum as a form of real implementation of Ansell and Gash's theory and the Pentahelix approach in developing sustainable tourism in the Mandalika area.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amir, A., & Sukarno, T. D. (2020). Identifikasi Potensi dan Status Pengembangan Desa Wisata di Lombok Tengah.Journal of Regional and Rural Development Planning, IPB.

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative Governance in Theory and Practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571.

https://doi.org/10.1093/jopart/mum032.

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. (Edisi.Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Bingham, L. B., & O'Leary, R. (2006). Accountability in Collaborative Governance. Public Administration Review, 66(Supplement), 161-170.

Bryson, J. M., Crosby, B. C., & Bloomberg, L. (2014). Public Value Governance: Moving Beyond Traditional Public Administration and the New Public Management. Public Administration Review, 74(4), 445-456.

Bryson, J. M., Crosby, B. C., & Stone, M. M. (2006). The Design and Implementation of Cross-Sector Collaborations: Propositions from the Literature. Public Administration Review, 66(Special Issue), 44-55.

Effendy, Khasan. 2010. Memadukan Metode Kuantitatif Kualitatif. Bandung: Indra Prahasta.

Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An Integrative Framework for Collaborative Governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), 1-29.

Ghaffar, A. A., Rahmat, N. I., & Asdiani, H. (2025). Pemberdayaan Masyarakat Lokal dalam Pengelolaan Sampah di Mandalika. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan, Universitas Muhammadiyah Mataram

Hafifi, M. K. (2024). Pengelolaan Sampah dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di KEK Mandalika. Tourism, Hospitality and Culture Insights Journal.

Hafizan, Y., Mudana, I. G., & Budarma, I. K. (2024). Integrating Sustainable Tourism Image with Tourist Satisfaction and Loyalty at Mandalika Special Economic Zone. International Journal of Glocal Tourism, 5(3), 167-198.

Haris, A., & Ningsih, N. H. I. (2020). Impact Of Tourism On Community Development And Income In Kuta Mandalika Beach Kuta Village, Pujut District, Central Lombok. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan), 4(3), 353-362.

Harmaakorpi, V. 2006. Regional Development Platform Method (RDPM) as a Tool for Innovation Policy: Case Lahti Region in Finland. European Planning Studies, 14(10), 1085-1104.

Hidayat, M., & Kusuma, A. 2020. "Kolaborasi Pentahelix dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia". Jurnal Pariwisata dan Budaya, 15(2), 135-150

Hidayati, D., & Prasetyo, E. (2019). Peran Pentahelix dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Pariwisata, 13(2), 101-115.

Indrayani, I. A. D., Prabawati, N. P. A., & Yudartha, I. P. D. (2024). Collaborative Governance Berbasis Pentahelix dalam Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan (Studi Kasus: Desa Wisata Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar). Ethics And Law Journal: Business And Notary, 2(2).

Jamal, T., & Getz, D. (1995). Collaboration Theory and Community Tourism Planning. Annals of Tourism Research, 22(1), 186-204.

Jurnal Universitas Negeri Jakarta. 2023. "Analisis Pendekatan Pentahelix dalam Pariwisata". Diakses dari https://journal.unj.ac.id.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2021). Strategi Pengembangan Destinasi Pariwisata Berbasis Pentahelix. Diakses dari www.kemenparekraf.go.id.

Kurniati, P. S., & Suryanto, S. (2023). Tourism development policy based on digital economy in Lombok national tourism destination. Journal of Eastern European and Central Asian Research (JEECAR), 10(1), 85-92.

Lombok Tengah Official Website. (2022). Informasi Pariwisata Kuta Mandalika. Diakses dari www.lomboktengahkab.go.id.

Nugroho, H. 2018. Strategi Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat dalam Mewujudkan Keamanan Pariwisata di Kawasan Heritage. Jurnal Manajemen Keamanan, 9(3), 134-147.

Pattaray, A., Satiadji, A. R., & Lantang, A. G. (2025). Revitalizing rural tourism through collaborative community participation in Mandalika MotoGP Mega event. Cogent Social Sciences, 11(1), 2516832.

Peraturan Bupati Nomor 36 Tahun 2022 tentang Kedudukan, Susunan Qrganisasi, Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah.

Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, termasuk di dalamnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang bertanggung jawab atas pengelolaan sektor pariwisata di Lombok Tengah.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2023 mengatur tentang sarana dan prasarana Satlinmas, yang bertujuan untuk membantu terwujudnya perubahan paradigma dari unsur pertahanan dan keamanan.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat, dan Perlindungan Masyarakat. Dalam peraturan ini, Satlinmas memiliki tugas membantu penanganan ketenteraman, ketertiban umum, dan keamanan termasuk dalam penyelenggaraan kepariwisataan, serta membantu dalam penanggulangan dan pencegahan bencana di Kawasan wisata.

Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPPN).

Pramono, H. (2020). Implementasi Collaborative Governance dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 18(1), 32-45.

Putera, R. E., Fathani, A. T., & Lenggogeni, S. (2025). Tourism disaster management dilemmas: Insights from Mandalika, Indonesia. Social Sciences & Humanities Open, 11, 101400.

Rachmawati, R., & Yuliana, Y. 2022. "Implementasi Model Pentahelix dalam Pengembangan Wisata Heritage". Jurnal Ekonomi dan Pariwisata, 10(3), 200-215.

Rahayu, S. T., & Subowo, A. (2024). Implementasi Program Pemasaran Pariwisata di Mandalika. Jurnal Kebijakan Publik dan Manajemen Pemerintahan, UNDIP.

Rasyid, K., & Darumurti, A. (2022). Collaborative Governance dalam Pengelolaan Wisata Bahari di KEK Mandalika. Jurnal Pemerintahan dan Kebijakan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Riyanto, D. N. A. R., & Alfirdaus, L. K. (2024). Tantangan Dan Hambatan Collaborative Governance Dalam Pengembangan Pariwisata Di Kabupaten Kebumen (Studi Kawasan Geopark Kebumen). Journal of Politic and Government Studies, 14(1), 374-391.

Santoso, B. 2019. Peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dalam Menjaga Ketertiban dan Keamanan Lingkungan. Jurnal Kebijakan Publik, 7(2), 112-125.

Satiadji, A. R. (2023). Sinergitas Industri Lokal MICE dan Event di Mandalika.

Journal of Event, Travel and Tour.

Septadiani, W. P., Pribadi, I. G. O. S., & Wahyuni, R. (2022). Peran Model Pentahelix dalam Pengembangan Pariwisata di KEK Mandalika. Prosiding Seminar Nasional Trisakti.

Soemaryani, I. 2016. Model Pendekatan Pentahelix dalam Pembangunan Berkelanjutan. Bandung: Eureka Media.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suryade, L., Fauzi, A., & Achsani, N. A. (2022). Variabel-Variabel Kunci dalam Pengembangan KEK Pariwisata Mandalika. Jurnal Kebijakan Pariwisata.

Suryade, L., Fauzi, A., & Achsani, N. A. (2022). Variabel-Variabel Kunci dalam Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (KEK) Mandalika. Jurnal Kebijakan Pariwisata.

Trian, M. F., Teluma, A. R. L., & Safitri, B. V. (2024). Media Relations Dinas Pariwisata Provinsi NTB dalam Pariwisata Berkelanjutan KEK Mandalika. Universitas Mataram.

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Wahyudi, A., & Kurniawan, D. 2020. Optimalisasi Fungsi Satlinmas dalam Keamanan dan Ketertiban Destinasi Wisata Berbasis Masyarakat. Jurnal Keamanan Nasional, 5(1), 78-93.

World Tourism Organization (UNWTO). (2020). Tourism and Community Development. Diakses dari www.unwto.org.

Zitri, I., et al. (2025). Pengembangan Digital Tourism di Mandalika Berbasis Model Pentahelix. Jurnal Hukum & Inovasi Pariwisata, Universitas Mataram

Downloads

Published

2025-10-06

How to Cite

Collaboration Model Between Local Government and Community Protection Unit in The Development of Kuta Mandalika Tourism in Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. (2025). Socious Journal, 2(5), 1-14. https://doi.org/10.62872/emsthn18

Similar Articles

1-10 of 30

You may also start an advanced similarity search for this article.