The Integrity Crisis of State Apparatus: A Criminal Law Study of Systemic Corruption Practices
DOI:
https://doi.org/10.62872/q7g05591Keywords:
Systemic Corruption, Normative Blur, Abuse of Authority, Crimial Law, State Apparatus IntegrityAbstract
Corruption, as an extraordinary crime, has developed into a systemic practice that threatens the integrity of state officials and weakens governance. The main problem in eradicating corruption lies not only in law enforcement but also in normative weaknesses, particularly the vagueness of norms regarding the element of "abuse of authority." This study aims to analyze how the vagueness of norms in criminal law on corruption contributes to the development of systemic corruption and its implications for the integrity crisis of state officials. The research method used is normative legal research with a statutory, conceptual, and case-based approach, through an analysis of Law Number 31 of 1999 in conjunction with Law Number 20 of 2001 as well as related doctrines and court decisions. The results show that the vagueness of norms regarding the element of abuse of authority gives rise to multiple interpretations in judicial practice, which has implications for disparate decisions, inconsistent law enforcement, and the emergence of the phenomenon of policy criminalization and impunity. This condition weakens the effectiveness of corruption eradication and is unable to create an optimal deterrent effect. Furthermore, these substantive weaknesses in the law are correlated with the weak integrity of state officials within the judicial system, thus reinforcing the systemic nature of corruption. Therefore, a reformulation of criminal law norms on corruption is needed that is firmer and more in harmony with administrative law, as well as strengthening the integrity of state officials to achieve legal certainty, justice, and legal benefits in eradicating corruption.
Downloads
References
Adam Ilyas, S. H. (2024). Kriminalisasi Trading in Influence:(Urgensi dan Pengaturannya di Berbagai Negara). PT. RajaGrafindo Persada-Rajawali Pers.
Aisyah, R. N., & Mangesti, Y. A. (2026). Akibat Hukum Dari Ketidakjelasan Makna Frasa Merugikan Perekonomian Negara Pada Pasal 2 Ayat (1) Dan Pasal 3 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 Jo. Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(4), 2711-2717.
Anugerah, M. F. B. (2024). Penyelenggaraan Negara Pemerintahan Yang Baik dan Pemerintahan Yang Bersih Dalam Teori Historis Sosiologis Gustav Radbruch. Jurnal Bevinding, 1(12), 62-69.
Audia, S. (2025). Makna penyalahgunaan kewenangan dalam perkara tindak pidana korupsi. Journal of Anti-Corruption, 36-51.
Aulia, K. N., Lestari, A., Latief, L. M., & Fajarwati, N. K. (2024). Kepastian hukum dan keadilan hukum dalam pandangan ilmu komunikasi. Journal Sains Student Research, 2(1), 713-724.
Cahya, A. D. (2025). Asas Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan: Norma Ideal dan Realitas Praktik di Indonesia. Constituer: Jurnal Hukum Ketatanegaraan, 1(2), 16-29.
Cristina, J., & Manalu, I. (2025). Analisis Peran Alat Bukti dan Keterangan Saksi dalam Menentukan Keputusan Pengadilan Pidana. Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik| E-ISSN: 3031-8882, 3(1), 245-263.
Darmawan, D. (2025). Kebijakan Kriminalisasi dalam KUHP Baru: Studi Kritis terhadap Tindak Pidana Penghinaan Presiden. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(6), 8239-8247.
Dewi, S., Kusumawardhani, D. L. L. H. N., Jaelani, A., Noya, S. W., & Mendrofa, H. P. (2024). Efektivitas Pemidanaan Penjara dalam Mencegah Tindak Pidana Berulang di Indonesia. Jurnal Kolaboratif Sains, 7(12), 4568-4573.
Herlina, M. (2024). Analisis dampak implementasi norma penjelasan dalam peraturan perundang-undangan terhadap kepastian dan efektivitas penegakan hukum di Indonesia. Journal of Interdisciplinary Legal Perspectives, 1(1), 46-58.
Herlina, M. (2024). Konsep Penyusunan Norma Penjelasan Peraturan Perundang-Undangan Guna Mencegah Multitafsir Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia. Jurnal Penelitian Hukum Galunggung, 1(3), 54-66.
Hermawan, H., & Waluyo, A. J. (2025). Rekonstruksi Pertanggungjawaban Pidana Korporasi dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP. Al-Qanun: Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam, 28(2), 244-254.
Hijriani, A. N., & Sambas, N. (2026). INTEGRITAS APARAT PENEGAK HUKUM DAN KEPERCAYAAN PUBLIK: ANALISIS SOSIOLOGI HUKUM DI INDONESIA. JOSH: Journal of Sharia, 5(01), 120-132.
Ibad, S., IP, S., & AP, M. (2026). Hukum Administrasi Negara: Prinsip, Kewenangan, Diskresi, dan Pengawasan dalam Penyelenggaraan Pemerintahan. PT. Revormasi Jangkar Philosophia.
Ibrahim, A. S., & Idris, I. (2025). Analisis yuridis terhadap penyalahgunaan wewenang dalam administrasi pemerintahan: Tinjauan berdasarkan Undang-Undang No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. JURNAL RECTUM: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana, 7(1), 116-125.
Karubun, S. C. (2025). Ketidaktepatan Peleburan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidan Korupsi ke dalam Pasal 603 dan Pasal 604 KUHP: Analisis Hukum dan Implikasinya terhadap Pemberantasan Korupsi di Indonesia. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(4), 4363-4369.
Kholik, M. A., Zulfaidah, R., & Septiani, E. (2025). Dilema Pertanggungjawaban Pidana Pejabat Negara dalam Negara Hukum Demokratis. Interdisciplinary Explorations in Research Journal, 3(3), 1224-1241.
Kore, Y. (2025). Pengaruh Budaya Hukum Terhadap Efektivitas Pemberantasan Korupsi Di Indonesia: Tinjau Dari Sistem Hukum. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(5), 6395-6405.
Rahmanto, F. (2025). Relasi politik hukum, nilai moral, dan kepastian hukum dalam perspektif asas keadilan di Indonesia. Jurnal Ilmiah Advokasi, 13(2), 440-458.
Rivanie, S. S., Muchtar, S., Muin, A. M., Prasetya, A. D., & Rizky, A. (2022). Perkembangan Teori-Teori Tujuan Pemidanaan. Halu Oleo Law Review, 6(2), 176-188.
Rudi Margono, S. H. (2026). Pasal Karet dan Kepastian Hukum-Kritik Terhadap Delik Formal. PROFESOR RUDI MARGONO.
Rumahorbo, L., & Yusuf, H. (2025). Analisis Mendalam Perilaku Menyimpang White Collar Crime (Studi Kasus melalui Lensa Teori Convenience). Media Hukum Indonesia (MHI), 3(3).
Sari, A. V., & Nusa, D. R. F. (2025). Crisis of Public Trust in Law Enforcement Agencies: TNI, Polri, and Fire Department under the Scrutiny of Law and Political Power. Perkara: Jurnal Ilmu Hukum dan Politik, 3(2), 964-977.
Subhan, R. (2024). Dampak Korupsi terhadap perekonomian di Indonesia. Jurnal Pustaka Cendekia Hukum Dan Ilmu Sosial, 2(3), 422-430.
Sukmawan, Y. A., & Damayanti, D. (2025). Metode Penelitian Hukum Normatif dan Empiris sebagai Strategi Penguatan Perspektif Kajian Ilmu Hukum. Notary Law Journal, 4(3), 114-128. https://doi.org/10.32801/nolaj.v4i3.116
Wulandari, L., & Tantri, T. (2025). Titik Singgung Hukum Administrasi Negara dan Pidana Dalam Pencegahan Tindak Pidana Korupsi. Retorika: Journal of Law, Social, and Humanities, 4(1), 16-33.
Zainuddin, M., & Karina, A. D. (2023). Penggunaan metode yuridis normatif dalam membuktikan kebenaran pada penelitian hukum. Smart Law Journal, 2(2), 114-123.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Angga Aldilla Gussman (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





